Cerita Kista & Hamil

9:25 PM


Dari remaja aku kalau lagi menstruasi itu beuh... kesakitan luar biasa. Terutama hari pertama dan kedua. Aku bener-bener sampe nggak bisa turun dari kasur. Bahkan baru-baru ini aku sampai mau pingsan di kamar mandi saking kesakitannya aku.

Selama ini memang aku nggak pernah cek ke dokter kandungan, karena biasalah... stigma. Aku malu ke dokter kandungan karena takut dikira hamil di luar nikah. Padahal nggak gitu gengs, harusnya kalau memang ada masalah langsung cek aja. Nah begitu aku nikah, aku nggak ada alasan dong buat nggak berani ke dokter kandungan. 

"Oh iya ada kista ini Bu" kata dr Forry Fortuna Sp.OG. Beliau adalah dokter kandungan pertama yang aku kunjungi seumur hidup. Waktu itu aku ke RS Grha Kedoya.

"Ini ukurannya 2,5 x 2,4 cm" jelasnya lagi sambil menunjuk ke layar USG.

Setelah menjelaskan kista itu apa, terus nanti harus gimana-gimana, lalu dokter bilang kalau aku nggak ada rencana buat nunda anak mending dalam setahun ini dicoba buat hamil aja dulu. Karena 'obatnya' kista ya hamil, nanti dia bakal hilang dengan sendirinya. Aku cuma diresepin obat painkiller supaya nggak terlalu sakit kalau lagi mens.

Dokter ke 2 aku datangi 2 bulan kemudian, di RS Grha Bunda, Prof Duddy Nataprawira SpOG. Jawaban beliau juga sama. Coba buat hamil. Beliau nggak ngeresepin obat painkiller, aku cuma dikasih kapsul asam folat. Dengan harapan bisa hamil.

Aku nggak minum suplementnya. Mungkin aku pesimis bisa hamil. Apalagi di bulan ke 5 pernikahanku, suamiku kena serangan jantung. Aku jadi lebih fokus ngurusin suami. Mikir buat punya anak dalam waktu dekat bener-bener pudar.

Dokter ke 3 yang aku datangi adalah dr Astrid Yunita SpOG. Begitu ketemu dokter Astrid, aku langsung cocok & memutuskan buat next time kalau kontrol bakal terus ke dr Astrid. Beliau sangat informatif, dan nggak bikin panik. Sebenernya yang disarankan dr Astrid juga sama, aku harus hamil. Beliau nggak ngeresepin apa-apa. Bahkan suplement pun. Cuma bilang "Ya kalau sakit bisa beli painkiller macam ponstan gitu bisa dibeli di luaran. Jangan makan junkfood, micin-micin, minuman & makanan berpengawet ya"

Suatu ketika, suamiku bilang "Kayaknya kita udah waktunya punya anak deh.. Kasihan kamu kesakitan terus tiap mens. Aku juga sekarang di titik butuh tujuan hidup baru."

Oke, kalau gitu kita coba project menghamili Dyta. Hahahah...

3 bulan, belum berhasil. Akhirnya aku ajak suamiku ke dr Astrid, nemenin aku ngecek kista & mungkin mau konsultasi supaya kami berdua bisa punya anak.

Ternyata kistaku membesar 0,5 cm. Sebelumnya 2,5 cm sekarang jadi 3 cm. Agak sedih. Dr Astrid menyarankan buat laparoscopy alias 'operasi' buat ambil kista, mengingat kami hampir 1 tahun menikah. Disinyalir kista ini penyebab ketidaksuburan. Tapi setelah laparoscopy harus segera program hamil.

"Diobrolin aja dulu, ditimbang-timbang, ini saya kasih form untuk cek lab nanti kalau sudah ada keputusannya bisa ke saya lagi sambil bawa hasil lab ya!" begitu kata dr Astrid.

Pulang sambil galau. Suami bilang kalau aku takut ya nanti aja, senyamannya aku aja. Kalau memang udah mengganggu banget ya ayo operasi dalam waktu dekat. Kalau masih bisa tahan ya nanti aja. Sambil cari-cari info berapa biayanya. Aku telpon ke RS tanya biaya, sampai konfirmasi ke kantor & asuransi apakah laparoscopy ini bisa dicover asuransi. Mengingat ini hampir akhir tahun kan rencana mau jalan-jalan membutuhkan biaya juga hahaha...

Setelah itu aku mulai konsumsi suplement Eturol yang dikasih sama Prof Duddy.

3 Minggu kemudian...

Aku baru nyadar kalau aku udah telat mens sekitar 10 hari. Aku biasa aja. Karena kadang-kadang mensku telar 1-2 minggu tapi begitu pakai testpack negatif dan besoknya aku mens hhh. Tapi kali ini aneh, badanku sakit semua. Selama semingguan aku susah tidur, jantungku degupnya nggak karuan. Batuk nggak selesai-selesai.

Besoknya aku iseng pakai testpack. Untuk pertamakalinya, aku paham sensasi lihat garis 2. Nangis. Iya gaes aku nangis.

Aku buru-buru bangunin suamiku, aku tunjukin testpack garis 2 sambil mewek. Suami yang biasanya marah-marah kalo dibangunin tiba-tiba, diluar dugaan dia langsung meluk. Meluk erat sambil ngucap syukur berkali-kali.

3 hari kemudian kami balik ke dr Astrid, karena dr Astrid cuma praktek di hari senin & kamis di RSAB Harapan Kita. Beliau pikir kami datang karena mau memutuskan buat operasi, minta hasil cek labnya. Terus aku bilang kalau aku garis dua. Beliau kaget & happy. "Yuk yuk kita cek!" gitu katanya.

Sambil deg-degan, aku di USG Transvaginal. Eh ternyata bener ada! Alhamdulillah....


"Ini jarang loh! wah beruntung sekali, memang harus ditakut-takutin operasi ya baru jadi? hahaha... Selamat ya Bu, Pak... Kita fokus ke hamilnya aja ya, kistanya sambil kita pantau tapi kita bakal lebih fokus ke janin." kata dr Astrid.

Semoga kehamilan ini berjalan lancar, sehat, dan sempurna. Aamiinn...

You Might Also Like

1 comments

Subscribe