Jumat, 06 Maret 2015

Red-A Lipstick no 627


Another red lippies~~ I can't get enough haha :'|
Sebenernya aku udah pernah review Lipstik Red-A tapi yang nomor 610. Warnanya sama-sama merah dan aku hampir ga bisa bedain. Haruskah aku review secara keseluruhan lagi? Well, kalo memang diperlukan, kenapa nggak? 



Pertama dari packaging ya, bentuknya imut kecil. Makanya nggak heran kalo harganya terjangkau banget cuma IDR 13.500 di konternya. Karena target penggunanya adalah remaja, jadi wajar aja kalo packagingnya nggak berwarna emas kayak viva. Menurutku cukup bisa dipahami lah kenapa packagingnya warna putih gini *teoriku sendiri* :p

 Kemasannya nggak pake kerdus lagi, jadi ya udah sebatang lipstik itu doang. Tapi tertera semua informasi produk termasuk produsen, komposisi, dan expired date di tubenya.


Kalo di reviewku sebelumnya, yang nomor 610 itu sheer banget, nah kalo yang nomor 627 ini lebih pigmented. 1x oles aja warnanya udah keluar, tapi buildable sih kalo dioles lebih banyak lagi jadi lebih merata warnanya.


aku nggak tau ini kameraku kenapa, kok warnanya jadi agak rose... Padahal aslinya merah nyala loh :(
Bedanya sama nomor 610 yang cenderung ke warna coklat, 627 ini waranya merah yang lebih cenderung ke pink ya kayaknya... 

Lipstik ini juga nggak bikin bibirku kering. Malah 627 lebih tahan lama daripada yang nomor 610. Heran juga sih kok bisa gitu ya? Masa iya beda warna beda daya tahan. Entahlah misteri Ilahi.
Iya memang agak memudar kalo dibuat makan/minum, dan jelas lah ya nempel di gelas sedotan itu hal yg wajar. Tapi warnanya masih stay di bibirku dan meninggalkan stain cyantik~


entah kenapa kamera lagi baik, dan aku jadi putih ahahah


Kesimpulan:
Packaging: Oke, mungil, info produk lengkap
Tekstur: No sticky, ringan, nggak bikin bibir kering
Warna: buildable
Daya tahan: Lumayan oke, ninggalin stain di bibir

Harga:
very affordable!
IDR 13.500

Cons:
ada wanginya samar


Senin, 23 Februari 2015

DIY Chocolate Sugar Scrub


Hai semuanya! 
Aku lagi terobsesi sama skincare dapur. Hahaha... bukan gimana-gimana tapi memang efektif sih :p Kali ini aku bakal share gimana caranya bikin Sugar Scrub yang lagi ngehits. Dan yang aku buat nggak pakai essential oil karena aku nggak punya (dan nggak tau beli dimana) jadi aku bikin Chocolate Sugar Scrub. 


Apa sih kegunaan chocolate sugar scrub ini?
- Mencegah penuaan dini 
- Mengangkat sel-sel kulit mati
- Mengangkat kotoran yang menyumbat pori
- Melindungi kulit dari sinar matahari, polusi
- Regenerasi kulit
- Mencegah jerawat, komedo, dan noda pada kulit lainnya
- Mengurangi kelebihan minyak pada kulit
- Meratakan warna kulit
- Menghaluskan kulit
- Mencerahkan
- dll

Berita bagusnya adalah, kalo selama ini DIY mask/scrub-ku bauya enak dan menggoda untuk dijilat tapi nggak bisa dijilat, yng ini aman kalau kejilat karena hey....siapa yang nggak tergoda bau manis coklat? Oh ya, sugar scrub ini bisa digunakan untuk badan, wajah, dan bibir. 



Alat dan Bahan:



Alat dan bahan yang harus disiapkan adalah:

6 sdm Gula
Aku pakai gula pasir biasa. Kalo kalian takut sakit waktu scrubbing, bisa diblender dulu gulanya terutama kalau kalian mau menggunakan buat scrub wajah. Tapi karena aku lebih suka yg kasar (masochist abis) dan aku ga berencana buat jadiin scrub wajah, jadi gulanya nggak aku blender. Tergantung selera masing2 sih

1/2 sdm Bubuk Coklat
Yang bener2 cocoa loh ya. sebenernya banyak sedikitnya coklat ini juag tergantung selera. Tapi 1/2 sdm aja udah nyuuuookklatt banget kok.

5 sdm coconut oil
Ini juga tergantung selera. Karena aku mau hasilnya creamy padat, aku pakai 5 sendok makan. Tapi kalo kalian lebih suka yang agak cair, tinggal ditambahi aja coconut oilnya :)

Wadah bersih & sendok
Untuk mencampur semua bahan. Mau di mangkok, panci, piring, terserah aja yang penting bersih dan bisa buat media mencampur semua bahan. Sendoknya juga bebas mau sendok plastik apa sendok marmer yang penting dia bisa ngaduk.

Toples kecil
Buat tempat scrub karena scrub ini bisa bertahan sampai 2 minggu. Jadi nggak sekali bikin buang. Boleh pakai wadah apa aja yang penting tertutup rapat. Mau pake tupperware, toples bekas bumbu dapur (itu yang aku pake) atau mason jar, biar lebih cakep. 




Cara membuat:


1. Masukkan gula ke  dalam wadah




2. Masukkan coconut oil

kalau kalian merasa takaranku terlalu pekat, bisa ditambahi coconut oilnya


3. Aduk rata



4. Masukkan bubuk coklat



5. Aduk rata lagi



Setelah itu masukkan ke toples, dan dihias kalo mau. Dikasih pita, di kasih label, terserah. Bebaskan kreativitasmu. 



SELESAI!

aku yakin kalian bisa hias lebih bagus dari aku -_-


Kalian tau baunya krim gula di biskuit Selamat? Nah scrub ini baunya sama persis. Dan aku jilat rasanya enak. Mmm... nggak bermaksud jilat sih, tapi aku scrubbing bibir terus gulanya masuk2 mulut :p

Gimana cara pakainya?
- Basahi dulu area yang mau di scrubbing
- oleskan produk, gosok pelan memutar
- diamkan beberapa menit (kalo ga sabar, ga usah didiamkan juga gapapa)
- bilas pakai air bersih (pake sabun juga boleh)


Pakai 1 minggu 2x
Karena keseringan scrubbing juga ga baik.

Tambahan:
Kalau kesusahan cari coconut oil, pakai olive oil boleh. Mau di mix dua duanya juga boleh kok!



Well, semoga kalian suka sama DIY ku kali ini, semoga bermanfaat dan selamat mecoba!
^^

Rabu, 18 Februari 2015

[SMALL TALKS] When It doesn't work as expected


Ada kalanya, aku belanja banyak kosmetik buat di review. Tapi, ternyata nggak cocok dia aku. Entah dia bikin break out, atau apapun itu yang nggak sesuai dengan ekspektasiku, aku jadi ngambek dan nggak mau review. Pada akhirnya aku lihatin aja produk itu penuh kebencian, atau aku hibahkan ke orang lain.

Nggak berhasil di aku, bukan berarti nggak berhasil di orang lain kan? Secara tipe kulit dan selera orang berbeda-beda. Aku tauuuu... tapi tetep aja berat rasanya aku membagus-baguskan sesuatu yg nggak aku suka. Mending nggak usah nulis sekalian. Eh tapi itu kalo udah parah banget sih. Kalo misal masih ada bagusnya, aku masih mau nulis dan merekomendasikan untuk jenis kulit/selera orang lain.

Aku tau itu hal yang buruk, gara-gara nggak sesuai aku jadi ngambek. Soalnya itu yang bikin postinganku macet berminggu-minggu bahkan pernah sampai berbulan-bulan gara-gara aku breakout parah, terus produk-produk yg mau aku review pada nggak sesuai dengan ekspektasiku.
Huhuhu :'|

Mungkin ada yg ngebatin (mungkin lho ya, aku suudzon ini) kalo tiap produk yg aku review mesti aku puji-puji. Aku nggak muji sih sebenernya, cuma mereka berhasil di aku. dan aku senang. Atau nggak terlalu berhasil tapi hal lain di produk itu bikin aku senang misal tekstur, aroma, dll. Aku jujur kok kalo ngereview, beneran :')

Kalau kalian gimana? Kalo pas produk yang kalian coba nggak berhasil (yg udah parah banget ga ada bagus2nya di kalian) , kalian bakal ngambek kayak aku atau tetep ngereview? 

Pixy Nail Enamel R-02



Sebelumnya aku akan meminta maaf terlebih dahulu karena sudah meng-under estimate produk ini begitu lama... setiap liat ini di konternya aku cuma 'meh...' Cuma karena packagingnya yang menurutku "nggak nyambung" dan pilihan warnanya yang sedikit.  Never judge a book by it's cover benar-benar cuma sebuah statement buatku karena pada kenyataannya aku judge covernya duluan hahahaha *ketawa nista penuh dosa*

I've never been so wrong

Jadi, karena saking risihnya aku gara2 pemikiranku sendiri. Aku penasaran dan nyobain kutek ini. Aku beli di hypermart harganya IDR 16.000. Aku mikirnya, kalo misal memang kualitasnya sama kayak yg ada di pikiranku -sejenis kutek pokari stroberi- ya sudahlah pasrah.

Pilihan warnanya nggak tertalu banyak. Warna-warnanya warna "aman" kayak pink, merah, ungu, peach, ya sejenis itulah. Aku pilih warna yg deep red. Eh tapi namanya bukan deep red sih, aku sotoy aja ngasih-ngasih nama sendiri. Di botolnya ini seri R-02. 


Isinya 9ml, ukurannya kecil. Yaa kira-kira se botolnya pokari yg tutupnya bunder itu. Tapi kalo ini gagangnya panjang, jadi gampang buat digenggam. Sebenernya warna pink tutup botolnya cukup "mengganggu" buatku, Nggak nyambung menruutku :v Nyambung sih, kalo dijejerin sama produk2 lainnya soalnya kan warna brand pixy memang warna pink. Tapi sudahlah nggak apa.

Di kemasannya tertulis semua informasi produk mulai nama, nomor seri, komposisi, berat, manufacture, dan cara pakai. Di sana tertulis "kocok dahulu" tapi aku nggak ngocok. I like to live dangerously :))

Kuasnya kayak kuas revlon nail enamel, cuma pegangannya lebih kecil dan ramping aja. Daaan... ternyata dia nggak sheer kayak yang kutakutkan sebelumnya. Malah kualitasnya sama kayak Revlon, dan Maybelline Color Show. Aku udah nyobain 2  kuteks itu dengan warna yang sama. Teksturnya  nggak terlalu cair dan nggak terlalu kental, sekali oles langsung menutup kuku, bener-bener hasilnya sama kayak Revlon sama Maybelline. Cuma kalo Revlon keringnya agak lama, kalo Pixy ini sama kayak Maybelline keringnya cepet.

SUCH WOW!


Daya tahannya bagus-bagus aja sih... tergantung aktivitas dan keberingasan kamu juga. Kalo aku nggak pernah awet pake kutek lebih dari 3 hari. Soalnya aku suka beraktivitas extreme kayak garuk-garuk. Paling cuil dikit. Soal aroma, ya aroma kutek ya gitu itulah.. aku nggak suka baunya sih. tapi kalo udah dipake ilang kok baunya. 

Intinya, produk ini lumayan bagus dengan harga terjangkau dan maaf sempat aku underestimate, kualitasnya sama kayak merek-merek lainnya yang lebih mahal 2x lipat harganya.
Semoga Pixy mau ngeluarin warna yang lebih banyak lagi.


Kesimpulan

Pros:
(+) Murah!!
(+) Mudah diaplikasikan
(+) Tesktur pas
(+) Langsung menutup kuku 1x oles
(+) cepat kering

Cons:
(-) aroma
(-) packaging?

Harga:
IDR 16.000.-

Kamis, 29 Januari 2015

Silkygirl Double Intense Duo Eyeshadow 05 Silver Star

Hai.

Kayaknya udah lama banget deh aku nggak review eyeshadow haha.. Kali ini aku bakal review eyeshadow dari my favorite brand, Silkygirl.


Yang aku review ini nomor 05: Silver Star. Sebenernya banyak pilihan warna lainnya, cakep cakep semua. Tapi berhubung aku nyarinya yang "kemungkinan bakal aku pakai"  jadi aku pilih yang ini. Ini aku beli di Grand City, kemarin pas lagi ada diskon jadi aku dapet harganya IDR 33.000,-

Terjangkau kan?

Dari packagingnya, tutupnya acrylic transparan tanpa cermin. Sebenernya tutup transparan kayak gini memudahkan kita buat ngelihat warna eyeshadownya, tapi disisi lain juga terlihat kotor kalau tergores, atau kena serbuk-serbuk eyeshadownya. Hm.. 

Di dalamnya juga terdapat aplikator seperti sponge. Memudahkan lah buat touch up dimana-mana. Tapi aku nggak pakai aplikatornya sih, aku pake brushku sendiri. Jadi aplikator ini aku sayang-sayang. Ntar kalo keadaan darurat beneran, baru aku pake :)


Di bagian belakangnya, terdapat informasi produk mulai seri eyeshadow, barcode, ingredients, produsen, distributor, nomor seri BPOM, berat, EXP date. Lengkap.


Dari pan-nya aja udah terlihat kalau eyeshadow ini berglitter halus. Yay sparkling surabaya #hakdesshh
Warna hitam berglitter, dan warna silver. Teksturnya lembut, dan gampang banget buat di baurkan ataupun di blend.  

Ini perbandingan tanpa primer dan pakai primer:


Sekali swatch tanpa primer, eyeshadow ini udah cukup pigmented. And...look at those glitter! :3
Tapi dengan penggunaan primer/eyeshadow base (aku pakai merk Viva), dia lebih bold warnanya dan terlihat lebih halus. 


Ini eye look aku menggunakan eyeshadow Silkygirl Silver Star. Memang berantakan sih, akunya nggak jago pake eyeshadow...dan bulu mata palsu -_-




Half face


 Terus apa lagi ya? Oh daya tahannya. Aku coba pakai eyeshadow ini tanpa primer, 2 jam. Soalnya kelopak mataku berminyak.. Tapi kalau plus primer, bisa tahan lebih dari itu, aku pakai dari siang bisa tetep nempel sampe malem.


KESIMPULAN
Packaging: acrylic, tanpa kaca, dilengkapi sponge brush, info produk lengkap
Tekstur: Lembut, gampang dibaurkan
Warna: Pigmented 1x swatch tanpa primer, buildable
Daya Tahan: 2 jam tanpa primer (di aku sih)

Cons: Nggak ada kaca, daya tahannya kurang

Harga: IDR 33.000 (setelah diskon)
Beli di? Supermarket, toko kosmetik, Matahari


Fotonya tadi kok cuma separoh aja sis?
Iya sis, saya emang dandan separoh muka doang...


BWEEEEKK...!!

Minggu, 25 Januari 2015

NYX Stay Matte But Not Flat Liquid Foundation



Sebenarnya aku beli foundation ini nggak disengaja. Eh sengaja. Tapi nggak disengaja. Halah bingung. Pokoknya, aku lagi nemenin temenku beli soft matte di konternya NYX. Dan foundation ini entah kenapa kayak manggil-manggil: "Mbak...sini mbak, perhatikan saya mbak.. colek saya mbak..." Yang menarik perhatianku adalah kata-kata matte-nya. Sebelumnya aku nggak pernah nyobain foundation dengan claim "matte finish". Jadi, sepertinya aku harus nyoba....

Akhirnya, aku beli. Padahal rencananya ngemall buat beli kado nikahan temanku :'|
Aku beli harga konter Rp. 145.000,- sedangkan aku lihat di online shop terpercaya, harganya Rp. 105.000,-
Buat pertamakali nyoba apalagi foundie, aku lebih prefer nyolek langsung buat cari shade yang cocok buat aku.


Oil free, water based, kata BA-nya cocok buat kulit berminyak kayak aku. Dan aku dipilihkan shade SMF 07, Warm Beige. Begitu sampai rumah, aku baru sadar kalo ternyata produk ini cruelty free dengan lambang kelinci kuping love haha... yang berarti produk ini nggak animal testing. Yay!


Packagingnya berbentuk tube, dengan tutup ulir. Biasa aja, nggak protes. Yang penting dia bisa ditekan buat mengontrol banyak sedikitnya produk yang mau digunakan. Tapi menurutku teksturnya agak terlalu cair ya, baru aku tumplekin dikit di tangan, dia udah keluar banyak banget jadi aku agak miring-miring gitu ngeluarinnya biar nggak terlalu banyak.


Produk ini ternyata sedikit aja udah cukup. Itu aku colekin kebanyakan. Terus aku ngerasa meskipun dia cair, pas dibaurkan dia agak keset. Awalnya kayak lebih putih dari kulitku ya, tapi ternyata setelah di blend warnanya menyatu dengan baik di kulitku. 


See? Aku dapat shade yang bener-bener sama kayak warna kulitku. woooohooooo!!

Aku aplikasikan pakai sponge, soalnya lebih merata aja. Pake tangan agak seret, apalagi pakai kuas... 
Coveragenya medium. Bisa lah nutupin sedikit bekas jerawat, sama kemerahan yang nggak terlalu meradang. Warna kulitku jadi lebih rata.

baru dandan


Begitu aku pakai, wow... beneran shine free! Dimukaku beneran matte, dan aku senang. Wangi? Menurutku nggak sih. Biasa aja, nggak ada wangi-wangi aneh atau wangi-wangi parfum. 

setelah 4 jam

Sebenernya daya tahannya lumayan oke ya, 6 jam aku pakai dia masih nempel dengan baik, nggak luntur. Tapi claim matte nya cuma bertahan sekitar 3 jam-an lah dimukaku. Setelahnya dia mulai berminyak sedikit sedikit, tapi nggak separah biasanya aku kalo pakai foundie lain. Yaaa... aku lumayan suka lah sama foundie ini.


Kesimpulan

(+) cruelty Free
(+) Oil free
(+) Coverage medium
(+) staying power oke
(+) good oil control

(-) claim matte nya nggak last long
(-) terlalu cair


Kamis, 22 Januari 2015

Silkygirl Natural Brow Pencil 02 Dark Brown

Hai semuanya, akhirnya aku dapet juga ini pensil alis. Aku udah lama penasaran, terus tiap ke konternya mesti bilang kosong. Akhirnyaaa sekarang aku dapet dan langsung kubeli! :D

Harganya? IDR 22.000 aja ses, murah kan!?
Ini aku belinya di matahari Royal Plaza.


Silkygirl natural brow pencil ini ada dua warna, yaitu soft black dan dark brown. Tapi aku pilih yang dark brown, soalnya menurutku lebih natural aja di mukaku. 

Masalah alis-alisan ini sekarang jadi lumayan krusial di mukaku. Alah endel banget aku dulu bilang ga bisa keluar tanpa eyeliner, terus tanpa lipstik, sekarang ditambah pensil alis. Lama-lama aku ga bisa keluar tanpa buka pintu. Ha. Ga lucu. Bye.

Yang jelas, aku suka banget sama teksturnya. Empuk! Gampang diaplikasikan, nggak perlu ngotot buat ngeluarin warnanya.  Dan warnanya juga coklat yang cenderung ke gelap, nggak ke merah. Jadi terlihat natural, nggak kelihatan fake.


Daya tahan pensil alis ini, should I say...better than pensil alis sariayu yang udah pernah aku review sebelumnya. Daya tahannya oke banget. Mukaku kan oily, tapi dia tetap bertahan. Kecuali di gosok2 ya bakal memudar, atau malah ilang... 

Sayangnya nggak ada sikat alisnya. Jadi ya pake sikat alis sendiri deh.. Pokoknya produk ini jadi favoritku sekarang. Hohoho...



KESIMPULAN:
(+) Murah
(+) Tekstur empuk
(+) Warnanya pigmented
(+) daya tahan oke

(-) nggak ada sikat
(-) susah dapetnya